Sedikit yang bisa kami garis bawahi disini sebelum lebih spesifik membahas LaOS 5 adalah tentang nama yang mereka gunakan. LAOS (ditulis huruf kapital semua) adalah nama UKM atau organisasi mereka. Kemudian LaOS (ditulis huruf kapital diawal, diikuti huruf a kecil, kemudian ditambahkan huruf O dan S kapital) adalah nama distro Linux dari UKM LAOS. LaOS sendiri juga merupakan akromin dari LAOS Operating System. Kami memperoleh informasi bahwa pemikiran dasar penggunaan nama LAOS maupun LaOS berangkat dari akronim Linux and Open Source. Kemudian LAOS juga merupakan nama rempah atau bumbu dapur dalam bahasa Jawa, yaitu Laos atau biasa kita sebut dengan Lengkuas atau dalam bahasa latinnya adalah Alpinia galanga. 

Ditanyakan lebih lanjut, penggunaan nama LAOS untuk organisasi dan LaOS untuk distro mereka, tidak ada hal khusus, hanya sebuah kebetulan saja. Dari akronim Linux and Open Source, mereka menulisnya LAOS, dan nama itu sangat familiar sekali bagi orang Indonesia, khususnya orang Jawa. UKM LAOS sendiri telah berdiri sejak tahun 2009 dibawah naungan Program Studi Sistem Informasi, Universitas Jember.

Sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) LAOS untuk merilis distro yang mereka kembangkan. Setelah sukses dengan LaOS 4  Damar yang bertemakan ‘spice of hacking’, kali ini mereka beramunisikan LaOS 5 Jintan. Tema yang mereka usung belum diketahui pasti, karena menurut sumber yang kami dapatkan, mereka akan ‘membuka’ semuanya pada saat acara release party yang akan diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2017.

Melihat dari snapshot yang dirilis tim pengembang LaOS beberapa hari lalu, kami memprediksi LaOS 5 akan mengoptimalkan aspek multimedia. Dari beberapa clue yang ada, kami memprediksi LaOS 5 akan mengusung konsep easy for designerSeperti Damar, Jintan masih akan menggunakan XFCE sebagai desktop environment. Flat dan juga minimalis kemungkinan juga akan menjadi tren baru LaOS. Meskipun tiap merilis distro versi baru dengan tema khusus, LaOS tetap menjadi salah satu pilihan distro Linux favorit untuk perkantoran, perkuliahan, bahkan pentest karena beberapa repository yang mereka tambahkan memungkinkan kita untuk meng-install beberapa aplikasi untuk penetration testing.

LaOS saat ini mengalami peningkatan yang signifikan jika dilihat dari beberapa distro sebelumnya yang hanya sekedar melakukan modifikasi tampilan. Versi pertama LaOS adalah Deusty Duck, kemudian LaOS 2 Bawang, LaOS 3 Cengkeh, LaOS 4 Damar, kemudian Jintan menjadi kandidat versi terbaik distro LaOS berikutnya.

Apakah kamu tertarik untuk menggunakan distro LaOS sebagai distro Linux favoritmu?
Kamu bisa mengikuti acara release party Jintan yang akan diadakan pada 22 Oktober 2017 di kampus Universitas Jember. Informasi lengkapnya bisa kamu lihat di poster berikut atau kunjungi halaman resminya disini.

Kami akan terus menambahkan update artikel ini sampai LaOS 5 Jintan resmi dirilis untuk publik.

Tinggalkan Komentar Anda

komentar diterima